On-line Whiteboard Tool untuk Pembelajaran

Salah satu tahapan yang penting dalam rangkaian kegiatan pembelajaran adalah menyelesaikan masalah atau soal. Tidak hanya hasil akhir yang perlu diperhatikan, justru yang terpenting adalah proses yang dilakukan dalam pengerjaan soal tersebut, terutama pada mata pelajaran matematika dan IPA. Hal ini dimaksudkan agar guru dapat memahami bagaimana pola pikir siswa dalam memecahkan masalahnya. Semakin cepat guru menemukan permasalahan yang dihadap siswa, semakin cepat dapat diatasi. Namun pada pembelajaran jarak jauh hal ini tidak mudah dilakukan. Apalagi jika tugas yang dikumpulkan hanya berupa foto atau hasil akhir.  Sehingga hasil pembelajaran yang didapat tidak benar-benar mencerminkan kemampuan siswa. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menggunakan on-line whiteboard tool yaitu “Whiteboard.fi”.

Sebastian Laxell  yang telah menghasilkan karyanya berupa buku digital Matematika yang digunakan di Swedia, Inggris, dan Finlandia adalah developer dari “Whiteboard.fi”. Beliau mempersembahkan karyanya ini untuk para guru di seluruh dunia. Maka platform ini dilengkapi dengan tool untuk menulis bebas, mengetik tulisan, menyisipkan gambar, berbagi layar, termasuk penulisan rumus matematika.

Agar dapat masuk ke platform ini,  langkah pertama adalah guru harus membentuk kelas virtual. Kemudian menginfomasikan kode kelas atau memberikan tautan kepada siswa sehingga para siswa dapat masuk ke dalam kelas virtual tersebut. Setelah bergabung di dalam kelas, di layar komputer siswa akan terdapat dua papan tulis digital milik guru dan milik siswa itu sendiri.  Guru dan siswa dapat menggambar dan menulis di papan tulis digital yang ada di layar komputer masing-masing. Dalam waktu yang bersamaan guru dapat melihat apa yang ditulis oleh semua siswa. Namun para siswa hanya dapat melihat apa yang ditulisnya dan apa yang ditulis oleh guru.  Dengan demikian guru dapat melihat sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan.

Bahkan guru dapat membagikan apa yang tertulis di layarnya kepada seluruh siswa secara serentak, misalnya grafik. Dengan demikian siswa tinggal mengerjakan apa yang harus dilakukan pada grafik tersebut. Sehingga para siswa dapat belajar secara aktif.

Selain itu, guru memiliki akses untuk mengambil papan tulis digital yang ada pada layar siswa sehingga dapat dilihat oleh semua siswa. Untuk mengembangkan proses diskusi dan interaksi antar siswa, hasil pekerjaan siswa tersebut didiskusikan bersama-sama. Platform ini semakin penuh manfaat karena setiap hasil pekerjaan siswa dapat disimpan dalam bentuk pdf sebagai arsip maupun untuk bahan penilaian.

Istimewanya aplikasi ini adalah tidak perlu menginstal, tidak berbayar, dan tidak perlu registrasi, sehingga dapat dipakai setiap saat oleh siapa pun. Penciptanya memang berharap agar platform ini dapat digunakan secara maksimal dalam dunia pendidikan.

Sebenarnya platform ini akan lebih bagus jika bidang papan tulis digital yang disediakan lebih luas dari yang sudah ada, sehingga siswa lebih leluasa dalam mengekspresikan karyanya. Sedikit kekurangannya adalah semakin banyak siswa yang bergabung membuat aplikasi semakin melambat dalam merespon. Jumlah siswa dibatasi hanya sampai 50 orang. Tetapi di balik kekurangannya aplikasi ini sangat membantu dalam pembelajaran khususnya dalam mengamati detail proses pengerjaan siswa.

Melihat fungsinya yang sangat membantu dalam proses pembelajaran, platform ini tidak hanya cocok digunakan selama pembelajaran jarak jauh. Tetapi pada saat pembelajaran tatap muka pun, metode ini masih bisa digunakan. Selain untuk memudahkan pengarsipan, juga mengurangi pemakaian kertas, menyingkat waktu, dan memudahkan dalam mengoreksi pekerjaan siswa, khususnya dalam post test atau evaluasi di tengah pembelajaran.

Guru sebagai pemegang kunci kelas dapat mengatur keluar masuknya siswa dalam kelas virtual tersebut, sehingga kelas dapat berjalan dengan tertib. Ketika para siswa SMP Krista Mitra mengikuti pelajaran dengan menggunakan On-line Whiteboard Tool, antusiasme mereka semakin meningkat bahkan di antara mereka ada yang ingin pekerjaannya segera dikoreksi dan ingin mendapat apresiasi. Kegairahan untuk mendapat ilmu terpuaskan ketika ilmu itu berhasil dalam genggaman. (JL)