Berbagi Kebahagiaan Melalui Kelas Inspirasi Semarang

 

Ketika anak-anak sudah mulai duduk di bangku Taman Kanak-kanak, banyak Guru sudah memperkenalkan apa itu cita-cita kepada anak didiknya. Masa anak-anak adalah masa dimana anak-anak sudah mulai bermimpi akan cita-cita masa depanya. Banyak jawaban terlontar dari anak-anak, ada yang bercita-cita menjadi Dokter, Guru, TNI-Polri, Olahragawaan dan lain sebagainya.

 

 

 

 

Tentunya ada beberapa motivasi yang membuat anak-anak bercita-cita untuk menjadi profesi yang disebutkan di atas. Menjadi seorang Dokter karena ingin menyembuhkan orang yang sakit, menjadi Guru karena ingin memberikan pengetahuan & ilmu kepada murid-muridnya kelak, menjadi TNI-Polri karena ingin menjaga keamanan negara, menjadi Olahragawan, karena senang dengan bidang olahraga tersebut. Selain motivasi, tentu ada beberapa factor yang membuat anak-anak mempunyai cita-cita, diantaranya adanya sosok yang dikagumi yang berprofesi sama seperti yang dicita-citakan anak tersebut, misalnya Orang tua/ saudara. Ada pula factor yaitu mendengarkan cerita dan pengalaman kerja dari beberapa orang tentang profesi yang sedang digelutinya.

Konsep berbagi cerita dan pengalaman kerja itulah yang diusung dalam Kelas Inspirasi ini. Berisikan kelompok-kelompok yang berisi orang professional dari berbagai macam latar  belakang profesi. Kelompok tersebut nantinya akan diterjunkan langsung ke Sekolah Dasar untuk berbagi pengalaman selama satu hari. Kesempatan itulah yang tidak boleh dilewatkan oleh penulis yang notabene adalah seorang Pustakawan, selain ingin memperkenalkan profesi Pustakawan, penulis juga ingin memperkenalkan kegiatan ayo ke Perpustakaan dan ayo membaca kepada murid-murid Sekolah Dasar. Selama dua kali mengikuti penyelenggaraan Kelas Inspirasi Semarang konsep itu yang penulis bawa ke acara Kelas Inspirasi dikarenakan melihat kondisi kurang populernya profesi Pustakawan dan kurangnya kegiatan literasi/ minat baca anak-anak di sekolah. Penulis mengajak anak-anak untuk datang ke Perpustakaan, untuk memperkenalkan Perpustakaan kepada anak-anak, tempat dimana sering dilupakan keberadaanya oleh anak-anak di sekolah. Setelah itu, penulis mengajak anak-anak untuk membaca buku cerita secara bergantian yang bertujuan untuk mulai menumbuhkan minat baca anak.

 

Selama ini, anak-anak di sekolah lebih sering menyebut seorang Pustakawan adalah “Penjaga Perpustakaan” dan tugasnya hanya menjaga buku-buku di Perpustakaan. Stigma negative itu yang harus segera diluruskan, bahwa seseorang yang bekerja mengelola Perpustakaan dengan segala isinya disebut “Pustakawan” bukan “Penjaga Perpustakaan”.

Apa sih pekerjaan menjadi seorang Pustakawan? Apakah hanya melakukan kegiatan pengelolaan dan pengolahan bahan pustaka atau melakukan kegiatan sirkulasi bahan pustaka? Tentu tidak, Pustakawan bisa melakukan yang lebih dari itu, Pustakawan bisa menjadi penggiat literasi informasi dengan memberikan informasi yang tepat, cepat & akurat kepada pemusataka/ pengguna Perpustakaan sesuai dengan kebutuhan informasi pengguna. Selain itu Pustakawan juga bisa berperan dalam meningkatkan minat baca pengguna dengan menyediakan koleksi-koleksi Perpustakaan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna, koleksi apa yang paling diminati oleh pengguna. Menjadi seorang Pustakawan sendiri juga mempunyai keuntungan yaitu bisa membaca buku koleksi Perpustakaan yang dapat menambah wawasan Pustakawan.

 

Jadi, mengikuti acara Kelas Inspirasi mempunyai kesan sendiri yang sangat mendalam bagi penulis. Penulis merasa bisa berbagi kebahagiaan dengan anak-anak, bisa saling berinterkasi satu sama lain, memberi pengalaman hidup kepada anak-anak yang nantinya akan mengalaminya dalam menggapai cita-cita yang mereka impikan. Kelas Inspirasi ini juga sudah tersebar di berbagai kota di Indonesia. Bagi teman-teman dengan berbagai background profesi bisa untuk mencoba mengikuti acara Kelas Inspirasi di yang sudah mulai terdapat di berbagai Kota di Indonesia setelah Pandemi Covid – 19 dan mulai terselanggara lagi. Kelas Inspirasi Semarang “Membangun Mimpi Anak Indonesia”.

By Oktavianus Wisnu Pramudyo, S.Hum.
KRISMIT LIBRARIAN