Dalam era globalisasi yang semakin berbasis data, penguasaan Bahasa Inggris saja tidaklah cukup. Dibutuhkan kemampuan numerik dan analitis untuk mengolah serta menyampaikan informasi secara efektif. Menjawab tantangan tersebut, siswa kelas XII di SMA Krista Mitra dalam mata Pelajaran Bahasa Inggris Tingkat Lanjut memadukan keterampilan berbahasa asing dengan kemampuan numerasi melalui proyek “Statistical Infographic Presentation“.
Proyek ini dimulai dengan kegiatan penelitian sederhana oleh para siswa mengenai fenomena sosial yang terjadi di lingkungan sekolah. Tema penelitian sangat beragam, mulai dari tingkat pelanggaran tata tertib sekolah, penggunaan jenis moda transportasi ke sekolah, kebiasaan dan gaya belajar siswa, serta topik lainnya yang relevan dengan remaja seusia mereka. Setiap kelompok merancang kuesioner, melakukan survei, dan mengumpulkan data yang relevan. Proses ini sekaligus melatih keterampilan mereka dalam membuat pertanyaan yang objektif, relevan, dan dapat diukur.
Setelah data terkumpul, siswa memasuki tahap data analysis, di mana mereka mulai menginterpretasikan hasil survei menggunakan statistical expressions dalam Bahasa Inggris. Di sinilah aspek numeric-analytic English mulai diasah. Tahap selanjutnya adalah visualisasi data dalam bentuk infografik. Siswa menggunakan aplikasi Canva untuk membuat infografik yang menarik, informatif, dan berbahasa Inggris. Mereka belajar memilih grafik yang tepat untuk menyampaikan pesan secara efektif. Estetika desain juga menjadi perhatian, sehingga infografik yang dihasilkan tidak hanya informatif tetapi juga menarik secara visual.
Proyek ditutup dengan kegiatan presentasi lisan dalam Bahasa Inggris. Siswa mempresentasikan infografik mereka di depan kelas. Mereka menggunakan struktur presentasi yang logis dimulai dari latar belakang penentuan masalah, penjelasan data, analisis, dan simpulan. Dalam presentasi ini, kemampuan untuk mengomunikasikan data secara meyakinkan dalam Bahasa Inggris menjadi poin utama yang dinilai. Pembelajaran seperti ini membuktikan bahwa Bahasa Inggris tidak hanya untuk berkomunikasi sehari-hari atau karya sastra, tetapi juga sebagai alat untuk berpikir, menganalisis, dan menyampaikan gagasan berbasis data. Keterampilan numerasi yang dikembangkan melalui pengolahan data dan penyajian infografik memperkuat literasi data siswa dan menjadikan mereka communicative thinkers di era digital.
Kesimpulannya melalui proyek Statistical Infographic Presentation, siswa tidak hanya belajar Bahasa Inggris, tetapi juga mengasah kemampuan analisis, berpikir logis, literasi visual, dan komunikasi ilmiah. Proyek ini menjadi model pembelajaran masa depan yang terintegrasi, kontekstual, dan aplikatif, menjawab kebutuhan zaman akan generasi muda yang fasih berbahasa asing, cerdas secara numerik, dan kritis dalam berpikir.
Fera Yusniawati, S.Pd.
Guru Bahasa Inggris




