Oleh: Mariana Sujatmi, S.Pd.
Pada hari Jumat dan Sabtu tanggal 1–2 Agustus 2025, siswa-siswi kelas VII SMP Krista Mitra mengikuti kegiatan retreat rohani yang diselenggarakan di Rumah Retreat Wisma Syalom – Bandungan. Kegiatan ini menjadi sarana penting bagi para siswa untuk rehat sejenak dari rutinitas belajar, dan mendapatkan bekal rohani yang berguna dalam kehidupan mereka. Retreat kali ini mengusung tema “JOURNEY OF LOVE-TRUST IN HIM” atau perjalanan penuh kasih yang berserah dan percaya dalam pimpinan Tuhan. Kegiatan retreat yang bertujuan untuk membina kehidupan rohani para siswa, menanamkan nilai-nilai positif serta mempererat kebersamaan antar sesama siswa ini diikuti oleh 36 siswa kelas VII dan 2 siswa kelas VIII yang pada tahun sebelumnya belum berkesempatan ikut dalam kegiatan retreat.
Kegiatan ini didampingi oleh wali kelas, guru BK, Waka non akademik dan dari dari BPKK serta narasumber rohani yaitu Pendeta Trianeke Setiawan dan narasumber Psikolog Ibu Mariati Budirahardja, M.Psi. Selama dua hari, para siswa mengikuti berbagai kegiatan seperti sesi renungan, ibadah pujian dan penyembahan, diskusi kelompok, outbond rohani, serta sharing iman antar teman dan performance saat api unggun. Kegiatan ini diawali dengan outbond yang mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, pantang menyerah, tekun dan kerjasama antar teman. Sedangkan dalam sesi ibadah pembuka diajarkan tentang pribadi Tuhan Yesus yang telah menyelamatkan manusia yang telah berdosa, disertai dengan refleksi apakah para siswa sudah pernah mengalami dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat atau belum.
Pada sesi I’m Precious dan Knowing myworld para siswa dikenalkan tentang dirinya sebagai ciptaan Allah yang berharga di hadapan-Nya. Para siswa diharapkan menyadari sebagai pribadi yang berdosa, tetapi Tuhan baik, mencintai, dan menebus dosa mereka. Hal ini akan memberi bekal dan modal untuk para siswa bertumbuh di dalam kehidupannya di masa depan. Siswa diharapkan memahami bahwa dirinya sedang memasuki masa remaja dimana mereka sedang bertumbuh dan mengalami berbagai perubahan. Untuk itu diharapkan mereka mampu menyesuaikan dengan perubahan tersebut dan mempersiapkan masa depan mereka dengan segala potensi yang dimilikinya.
Salah satu kegiatan yang cukup berkesan bagi para siswa adalah sesi malam api unggun. Dalam sesi ini para siswa diberi kesempatan untuk menampilkan performance bersama kelompoknya. Walaupun hanya berlatih dalam waktu singkat, tetapi mereka berhasil memberikan penampilan yang cukup memuaskan. Dalam ibadah penutup, para siswa diajak untuk merefleksikan perjalanan hidup mereka dan mengambil komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Para siswa diharapkan mulai memahami kesempatan untuk belajar dan bertumbuh menjadi murid Kristus, mengerti kualitas murid yang perlu dibangun ketika remaja di SMP.
Akhirnya semoga dengan kesempatan retreat ini, para siswa dapat merasakan kedamaian, sukacita, dan pembaharuan dalam iman. Semoga pengalaman spiritual ini tidak hanya berhenti di tempat retreat, tetapi bisa dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan di sekolah, semakin bertumbuh dalam karakter yang baik, penuh kasih, dan bertanggung jawab.
Demikian sekilas tentang kegiatan retreat kelas VII SMP Krista Mitra. Semoga bisa menjadi berkat bagi semua pembaca. Terimakasih, Tuhan Yesus memberkati, amin.






