KOMBINASI PEMBELAJARAN DARING DAN LURING

Krista Mitra menyelanggarakan pendidikan dengan kombinasi luring dan daring. Hal ini untuk mewadahi anak-anak yang karena alasan tertentu dan bisa dipertanggungjawabkan tidak bisa hadir di kelas.

Kolaborasi pembelajaran secara luring (offline) dan daring (online) tetap dapat berjalan secara efektif dalam pembelajaran. Berikut beberapa manfaat yang diperoleh:

  • Untuk pembelajaran luring (offline) interaksi antara siswa dan guru terjadi  secara langsung, contoh saat  pembelajaran, guru memfasilitasi diskusi dan pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan siswa. Saat aktivitas praktik siswa dapat melakukan praktik secara kolaborasi. Mereka juga melakukan aktivitas penilaian antarteman secara langsung.
  • Untuk pembelajaran yang daring (online) secara fleksibel siswa dapat mengakses materi pembelajaran kapan saja dan di mana saja lewat sistem fresto, dan juga ada materi yang diunggah di drive maupun email.

Kolaborasi luring dan daring:

  • Pembelajaran hybrid: menggabungkan kelebihan luring dan daring untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih efektif. Hal ini tentu saja sudah dipersiapkan hal-hal yang mendukung kegiatan tersebut.
  • Penggunaan teknologi: memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan interaksi dan kolaborasi antara siswa dan guru sangat mendukung keberhasilan pembelajaran.

Dengan kolaborasi luring dan daring, pembelajaran tetap dapat berjalan secara interaktif dan efektif.

Inilah pengalaman anak-anak saat pelajaran Bahasa Indonesia. Mereka praktik berceramah di depan teman-temannya. Mereka telah mempersiapkan materi sebelumnya. Pada hari yang telah ditentukan mereka siap praktik dan melakukan penilaian. Beberapa anak tampak benar-benar sudah menyiapkan dengan baik. Merekapun tampil lebih percara diri.  Namun demikian ada juga anak-anak  yang sudah menyiapkan diri dengan baik tetapi pada saat tampil penilaian mereka terlihat grogi. Teman yang lain diberikan kesempatan untuk mengamati dan memberikan penilaian dengan format yang sudah disiapkan. Aspek yang dinilai seperti percaya diri, penguasaan materi, kelancaran berbicara, kejelasan pelafalan, dan volume suara yang tepat.

Dari hasil evaluasi sebagian anak memang mendapatkan pengalaman baru. Sebagian anak masih harus terus belajar agar dapat tampil di depan umun dengan lebih percaya diri.

By Dra. V. Agnes Sri Daryati
KRISMIT EDUCATOR