Pendampingan Beasiswa “Dream, Passion, & Fear of God”

Hari Sabtu, 7 Agustus 2021 pukul 09.00-10.00 WIB, diadakan pendampingan beasiswa GKI-YPKKM secara perdana. Pertemuan kali ini cukup spesial karena Krismit berkolaborasi dengan alumni Krismit yaitu Kak Andrew Raharjo Tsai. Beliau saat ini berdomisili dan berkarya di Amerika.

 

Pertemuan diawali dengan doa pembukaan yang dipimpin oleh Ibu Felis selaku kepala sekolah SMA Krista Mitra. Kemudian dilanjutkan dengan pengantar yang isinya menceritakan sedikit gambaran kisah hidup Kak Andrew. Dalam pertemuan tersebut, Bu Felis memberikan motivasi kepada siswa-siswi yang mendapatkan beasiswa untuk bisa menggunakan kesempatan tersebut secara maksimal dengan cara menggali potensi, bakat, minat  dan skill.

 

 

Selanjutnya, pertemuan diisi dengan sharing dari Kak Andrew mengenai perjalanan hidupnya sejak masa kecil hingga saat ini tinggal dan berkarya di Amerika. Kak Andrew menceritakan bahwa dirinya berasal dari latar belakang keluarga yang tidak utuh. Namun, Kak Andrew tetap memiliki semangat dalam menjalani kehidupannya. Pada saat SMA, Kak Andrew memutuskan untuk bersekolah di Krista Mitra dan menerima beasiswa. Kak Andrew merasakan penerimaan yang baik di sini. Beliau selalu memaksimalkan kesempatan yang ada untuk terus belajar dan selalu bertanya kepada guru-guru atau sumber informasi lainnya untuk mendapatkan jawaban dari keingintahuannya. Kak Andrew memiliki hobi bermain gitar. Sampai pada akhirnya, ada satu moment dimana Kak Andrew  menemukan minatnya melalui hobinya tersebut yaitu pada bidang enginer. Proses yang dialami Kak Andrew tidaklah mudah, suka dan duka pasti pernah dirasakan. Beliau memiliki prinsip hidup, salah satunya “ Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan “ Amsal 1 : 7. Yang dikerjakan Kak Andrew adalah selalu  menikmati proses, berusaha keras dan berserah kepada Tuhan, karena Tuhanlah yang memegang kendali atas hidup.

 

Sharing dari Kak Andrew sangat meaningful dan memberkati para penerima beasiswa. Respon anak-anak juga antusias dan baik. Ada beberapa siswa yang sharing tentang mimpi dan target hidupnya. Di akhir acara, Bu Felis menyimpulkan bahwa anak-anak harus memiliki mimpi setinggi mungkin, menemukan passion, dan yang terpenting adalah takut akan Tuhan, serta berserah penuh kepada kehendakNya.

 

LN & EM