SALAH “NGOPI”: HIDUP TERASA PAHIT

Oleh St. Haryanto

Sobat Krismit, di antara kalian tentu tidak sedikit yang suka minum kopi. Ada yang kopi pahit, ada yang kopi kental manis, dan lain sebagainya. Kali ini saya akan menggunakan istilah “NGOPI” bukan terkait dengan minuman yang sering kita nikmati itu tetapi “NGOPI” di sini sebagai singkatan dari “NGOlah PIkir” sebagaimana yang sudah kita lihat dan kita dengar.

Tentu kalian juga sering mendengar orang yang mengeluh, misalnya “Hidup ini terasa pahit”, “Saya kepahitan”, “Hidup sudah pahit kok minum kopi pahit”, dan masih banyak lagi untaian-untaian kata yang terasa menggelitik. Selain kepahitan hidup, tidak jarang juga kita temukan orang-orang yang stres berat, hidupnya “ruwet” bahkan sampai pada taraf gangguan jiwa. Istilah keren sekarang ODGJ (Orang Dalam Gangguan Jiwa). Pertanyaannya, mengapa hal itu bisa terjadi?

Saya bukan seorang ahli kejiwaan, bukan pula seorang psikolog yang memiliki dasar keilmuan tertentu untuk bisa memberikan pencerahan masalah ini. Secara intuitif, saya hanya bisa meraba-raba yang semoga saja tidak salah total. Salah satu penyebab orang mengalami kepahitan bahkan stres tingkat tinggi adalah karena adanya “jurang” pemisah yang sangat dalam antara idealisme dan realitas kehidupan yang dialami. Harapan yang tinggi tidak selaras dengan kenyataan hidup karena selalu mengalami kegagalan. Bisa juga karena pola pikir yang salah, yang justru menghantui dirinya setiap saat sehingga timbul kekuatiran-kekuatiran hidup. Hal terakhir ini yang saya sebut sebagai salah “NGOPI”.

Orang yang salah “NGOPI” sudah barang tentu tidak akan menemukan kebahagiaan hidup. Kembali ke awal tadi, hidup terasa pahit, getir, tidak bermakna, MADESU (masa depan suram), dan masih banyak lagi sederet litani kata-kata non proaktif yang perlahan tapi pasti akan menggerogoti jiwanya. Perlu diingat juga bahwa salah “NGOPI” bisa membuat orang jadi brutal, emosi tak terkendali, dan berbuat yang aneh-aneh di luar nalar sehat. Maka dari itu, mari “NGOPI” yang benar biar bisa menggunakan akal sehat, bukan pahit melulu….

Sobat Krismit…..cobalah untuk membaca dan merenungkan kembali Ucapan Bahagia dalam Matius 5: 1-12. Mari kita cermati kembali konsep kebahagiaan yang Tuhan inginkan untuk umat-Nya. Kebahagiaan menurut Tuhan berbeda dengan kebahagiaan menurut dunia. Mari tetap tekun berdevosi dan jangan sampai salah “NGOPI” agar sukacita dan damai sejahtera menyertai kita semua. Semoga.

Salam Sehat, Penuh Berkat.