Sesi MPLS SMA “Penanaman Konsep Pengenalan Diri”

Hari Selasa, 14 Juli 2020, SMA Krista Mitra memasuki MPLS tahun 2020 hari kedua secara daring. MPLS tahun ini berbeda dengan MPLS pada tahun-tahun sebelumnya. Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa pandemi Covid-19 memang berdampak besar terhadap segala aspek/ bidang, salah satunya pada bidang pendidikan. Gubernur Jawa tengah, Bapak Ganjar Pranowo memberikan peraturan bahwa MPLS tahun 2020 harus dilakukan secara daring dan tidak diperbolehkan secara tatap muka, seperti yang sudah disampaikan beliau dalam sebuah artikel. Dalam artikel tersebut, beliau juga menyampaikan bahwa kesehatan dan keselamatan siswa adalah yang utama, sehingga sekolah jangan terburu-buru untuk melakukan tatap muka.

Hari kedua MPLS diisi oleh beberapa sesi dan salah satunya adalah sesi tentang Penanaman Konsep dan Pengenalan Diri. Sesi ini dipandu oleh Pdt. Wiliam Surya dan Ibu Lortha Gebyar Mahanani, S. Sos, MK secara daring menggunakan youtube streaming dan google meet.

Pdt. Surya  membuka awal sesi dengan memberikan penjelasan bahwa kita semua adalah anak-anak Allah yang terkasih dan sangat berharga. Kita semua diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Beliau mengajak siswa untuk menyadari identitasnya secara pribadi di hadapan Allah, menggunakan segala potensi yang ada, serta berjalan dalam rancangan Allah untuk memuliakan namaNya.

 

Kemudian sesi dilanjutkan oleh Ibu Lortha. Sebelumnya, beliau mengajak siswa untuk melakukan saat teduh dengan mendengarkan sebuah lagu berjudul “You Say”. Lagu ini mengingatkan bahwa kita semua berharga di hadapan Allah. Ketika kita merasa tidak mampu atau tidak bisa, kita harus ingat bahwa kita memiliki Bapa yang sangat mengasihi kita.

 

Dalam sesi tersebut, Bu Lortha memberikan aktivitas yang interaktif. Anak-anak diminta untuk mempersiapkan cermin bebas dan benda yang mewakili diri mereka. Beliau menggunakan aplikasi mentimeter.com untuk membuat sesi menjadi lebih menyenangkan. Anak-anak diminta untuk menjawab benda apa yang sudah mereka siapkan, apakah benda mati atau benda hidup.

 

Kemudian anak-anak diminta menyebutkan jenis benda apa yang sudah mereka siapkan. Semua jawaban siswa dapat dimunculkan dalam layar presentasi dan membuat sesi menjadi lebih hidup.

Sesi ditutup dengan penekanan bahwa siswa harus menggali potensi yang ada untuk memuliakan nama Tuhan. Mereka sangat interaktif dalam mengikuti sesi yang diberikan Bu Lortha. Ketika diberi pertanyaan alasan kenapa memilih benda tersebut, respon anak-anak sangat baik. Ada yang menjelaskan melalui chat google meet, ada juga yang berani open mic untuk menjelaskan secara langsung. Jawaban yang mereka berikan juga bervariasi dan unik. Sesi menjadi menyenangkan dan tidak menjenuhkan.

 

Pelaksanaan MPLS di Krista Mitra memang melibatkan peran serta dari semua guru dan karyawan, salah satunya yaitu BK (Bimbingan Konseling). Di dalam MPLS ini, BK ikut serta dalam memberikan layanan klasikal dengan memberi materi mengenai pengenalan diri. Tidak hanya itu, BK juga memberikan layanan konseling baik secara pribadi maupun kelompok. Dengan adanya layanan tersebut, siswa-siswi Krista Mitra dapat bertumbuh dan berkembang sesuai dengan usia perkembangannya. Selain itu, mereka juga tidak akan merasa sendiri. (LN)

By Maria Meilinda Andreanti, S.PSi

KRISMIT EDUCATOR