Uji Kompetensi Bahasa dalam Komunikasi

Kompetensi berbahasa seseorang sering kali menjadi acuan penting dalam menentukan kecakapan komunikasi seseorang.  Empat aspek utama adalam ketrampilan berbahasa yang terus dibina dan dikembangkan antara lain: kemampuan mendengarkan, kemampuan membaca, kemampuan berbicara dan kemampuan menulis. Dalam era digitalisasi saat ini, keempat aspek tersebut dikembangkan lebih kompleks dan mendetail dengan menambahkan 2 kombinasi dari ketrampilan berbahasa yang ada, seperti memirsa (mendengarkan dan melihat) dan mempresentasikan (menulis dan berbicara). Kemampuan menulis seseorang juga dikembangkan lebih kompleks dengan melatih mereka melalui teknik penulisan yang lebih kreatif untuk sebuah presentasi ataupun essai lepas yang menggunakan berbagai sudut pandang dan warna rasa dalam teks.

Di awal bulan Maret ini, siswa-siswi kelas XII SMA Krista Mitra menjalani pekan Penilaian Akhir Ketrampilan mereka, termasuk mata Pelajaran Bahasa Inggris, baik Inggris wajib maupun Inggris Tingkat Lanjut. Keenam aspek ketrampilan bahasa siswa-siswi SMA Krista Mitra diuji dalam bentuk yang beragam melalui pekan Penilaian Akhir Ketrampilan mereka.

Pada mapel Bahasa Inggris Tingkat Lanjut, para siswa diuji dalam ketrampilan memirsa, menyimak (mendengarkan) dan dituangkan dalam ketrampilan menulis mereka. Para siswa disajikan sebuah stimulan berupa Audiovisual Video, yang menjadi sumber ide mereka dalam menulis sebuah teks multimodal dengan kriteria penulisan menggunakan warna rasa dan sudut pandang tertentu dari penulis. Melalui penilaian ini, diharapkan para siswa belajar mengaplikasikan ilmu yang sudah mereka dapatkan selama ini secara riil dan kontekstual.

Pada mapel Bahasa Inggris wajib, lebih ditujukan untuk menguji kemampuan berbahasa siswa dalam aspek menulis, berbicara, dan mempresentasikan. Para siswa mempersiapkan unjuk kerja mereka dengan terlebih dahulu menyiapkan teks sebagai bentuk speaking draft mereka, dan menyajikan ketrampilan berbicara dan mempresentasikan mereka dalam bentuk unjuk kerja. Berbagai bentuk unuk kerja yang dapat dipilih antara lain: Speech (pidato), Story telling (bercerita dan panggung boneka), presentasi, dan penyajian sebuah prosedur tutorial atau demo memasak. Dalam unjuk kerja ini, para siswa menyampaikan ide dan gagasan yang mereka sesuai pilihan yang mereka dapatkan dalam durasi selama 5 sampai 15 menit. Selain menguji kopetensi kebahasaan siswa, unjuk kerja kali ini juga memberikan kesempatan untuk para siswa berkreasi dan mengapresiasikan diri mereka dalam menyajikan kostum dan property pendukung penampilan mereka.

Kiranya melalui pekan Penilaian Akhir Ketrampilan ini, para siswa di kelas XII dapat benar-benar mengaplikasikan ilmu yang mereka telah peroleh selama ini dengan baik dan tepat guna dalam kehidupan mereka kedepannya nanti. – DN

Novita Puji Lestari, S.S.

KRISMIT EDUCATOR